Dunia Malam Jawa Timur Diincar 29 “Hantu” AIDS !!

Para pria pencandu “cinta sesaat” di Jawa Timur, mungkin sudah saatnya meninggalkan kebiasaan buruknya. pasalnya nasib kesehatan dirinya dan pasangannya bagi yang sudah menikah, pada saat ini tengah di ujung tanduk. Mereka memiliki peluang besar untuk terserang virus HIV/AIDS. ini karena sebanyak 29 orang PSK pengidap virus mematikan asal lokalisasi Puger di Jember, saat ini telah melarikan diri dan tak dapat terkontrol arahnya.

“Dengan larinya para PSK pengidap virus HIV/AIDS itu diatas kertas kesehatan masyarakat, khsusnya yang pasangannya hobi “Jajan” saat ini tengah terancam. Kesehatan keluarga mereka berpeluang terinveksi virus mematikan ini, “Kata Heni Sukartiningsih, Program Officer Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), seperti dikutip beberapa media nasional dan lokal terbitan Surabaya.

Menurut ia, para PSK pembawa virus HIV/AIDS itu kabur setelah kepastian penutupan lokalisasi Puger tinggal tunggu waktu, dari 29 orang PSK yang kabur sebanyak 25 orang merupakan hasil pendataan pengidap virus HIV pada tahun 2006. Ironisnya sebelum data itu ditindaklanjuti KPA, ternyata para PSK itu sudah kabur. kaburnya para PSK ini, dikatakan seharunya tidak perlu terjadi seandainya KPA sejak awal dilibatkan dalam rencana penutupan lokalisasi Puger. “Jika KPA terlibat, tim VCT (Voluntary Councelling Test) bisa melakukan antisipasi sebelum para PSK tersebut dipulangkan. sehingga saat kembali ke daerah masing-masing. para penderita HIV/AIDS itu tetap terpantu,” Ujarnya.

Dengan kaburnya 29 orang PSK tersebut dikhawatirkan KPA akan memperpanjang daftar nama pengidap HIV/AIDS. sebab banyak diantaranya para PSK itu belum menyadari akan kondisi mereka sebagai pembawa virus mematikan. “Padahal dalam sehari saja, para PSK itu bisa menyebarkan virus HIV/AIDS pada sejumlah pria yang dilayani. jika semalam rata-rata mereka melayani empat pria hidung belang, maka jumlah penderita AIDS di Jatim bertambah 116 penderita. jumlah itu akan terus bertambah sampai 29 orang PSK itu sadar akan kondisi kesehatannya dan berhenti praktek,” katanya

Namun berhentinya 29 Orang PSK itu berpraktek, dikatakan bukan berati mengentikan jumlah penderita virus HIV/AIDS yang tertular. sebab para pria yang mereka tulari akan berganti sebagai medium penyebar virus, baik para PSK yang dikencani atau kah para pasangan resmi mereka tulari akan berganti sebagai medium penyebar virus, baik pada para PSK yang dikencani atau kah para pasangan resmi mereka dirumah. juga bukan tidak mungkin pada anak-anak mereka lewat medium penularan lainnya. Belajar dari kaburnya para PSK pengidap HIV/AIDS itu, pemkab Jember memutuskan melibatkan KPA. sukartiningsih mengakui, keterlibatan tim VCT dan KPA terhitung terlambat. namun, KPA tetap akan melakukan pendampingan terhadap para PSK yang masih ada. Konseling dilakukan hingga mereka secara sadar mau memeriksakan diri kepada tim VCT.

Februari 25, 2008. Tag: . Uncategorized.

Tinggalkan sebuah Komentar

Be the first to comment!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback URI

%d blogger menyukai ini: